trendnews.id Kediri — Tak disangka, sosok yang menjadi pelopor berdirinya Kampung Inggris Pare di Kediri, Jawa Timur, ternyata berasal dari Kalimantan Timur. Dialah Muhammad Kalend Osen, pria kelahiran Sebulu, Kutai Kartanegara, yang kini dikenal luas sebagai pendiri Basic English Course (BEC) dan pencetus lahirnya ekosistem pembelajaran bahasa Inggris di Pare.
Berawal dari niat dan tekad untuk belajar, Mr. Kalend menempuh perjalanan hijrah ke Pulau Jawa pada tahun 1972. Ia belajar di Pondok Modern Gontor dan kemudian melanjutkan ke Pare setelah mendengar tentang KH Ahmad Yazid, ulama yang dikenal mahir sembilan bahasa asing.
Tahun 1976 menjadi momentum penting. Saat itu, dua mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel datang ke pesantren dan karena guru sedang tak ada, Mr. Kalend diminta mengajar. Pengajaran yang ia berikan selama lima hari sukses meloloskan kedua mahasiswa itu dalam ujian, dan dari sinilah cerita sukses Mr. Kalend mulai tersebar.
Dengan semangat berbagi ilmu, Mr. Kalend mendirikan Basic English Course (BEC) pada 15 Juli 1977. Bermula dari emperan masjid, BEC tumbuh pesat, menjadi pusat kursus Bahasa Inggris dengan fasilitas lengkap dan murid dari seluruh penjuru negeri. Bahkan alumninya banyak yang mendirikan kursus serupa, menjadikan Pare sebagai magnet pembelajaran Bahasa Inggris yang kini dikenal sebagai Kampung Inggris.
Kini, Pare tak hanya menjadi tujuan para pelajar, tetapi juga profesional, pejabat, hingga masyarakat umum yang ingin mahir berbahasa Inggris. Mr. Kalend membuktikan bahwa dengan niat tulus dan kerja keras, keterbatasan dapat diubah menjadi keunggulan yang berdampak luas.

